Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Detail Memori yang Memudar Seiring Waktu

Informasi apa yang disimpan dalam memori kita dari waktu ke waktu, dan bagian mana yang hilang dari memori kita? Sebuah kasus, menjelang ujian para siswa akan menghapal sampai di luar kepala, akan tetapi setelah ujian selesai, informasi yang dihapalkan hilang seketika dari ingatan, pernah mengalaminya? Studi baru dari tim peneliti Universitas Glasgow dan Birmingham yang telah diterbitkan di Nature Communications menunjukkan bahwa ingatan kita menjadi kurang bersemangat dan kurang detail dari waktu ke waktu, dengan hanya inti pusat yang akhirnya dipertahankan. Selain itu, ingatan kita ini diperkuat ketika kita sering mengingat pengalaman baru-baru ini.


Kegiatan tersebut dapat memiliki implikasi pada sejumlah bidang, termasuk sifat ingatan pada gangguan stres pasca-trauma, kenangan dari orang terkasih yang sudah pergi, bahkan dalam ujian. Sementara itu, ingatan bukanlah salinan persis dari masa lalu dan mengingat adalah proses yang sangat rekonstruktif. Para ahli telah menyatakan bahwa isi ingatan dapat berubah setiap kali kita mengingatnya kembali. 


Julia Lifanov, penulis utama studi dari Univerity of Birmingham mengatakan: “Banyak teori memori berasumsi bahwa seiring waktu, dan ketika orang-orang menceritakan kembali kisah mereka, mereka cenderung melupakan detail permukaannya. Tetapi mempertahankan konten semantik yang bermakna dari sebuah cerita atau peristiwa. Bayangkan Anda mengenang makan malam sebelum pandemi dengan seorang teman. Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat mengingat dekorasi meja tetapi tahu persis apa yang Anda pesan; atau Anda ingat percakapannya tetapi bukan warna bajunya. Pakar memori menyebut fenomena ini adalah “semantikisasi”.


Jika saat ini Anda sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, memori apa yang paling Anda ingat saat di bangku SMA? Tentunya hanya kejadian-kejadian yang memiliki kesan tersendiri bagi Anda, menarik, unik, menyenangkan, bahkan menyedihkan. Anda tidak akan bisa mengingat detail kenangan SMA yang Anda jalani setiap hari, bahkan materi-materi yang dipelajari di SMA. Oleh karena itu, banyak dari tenaga pendidik berusaha membuat kegiatan pembelajaran menjadi menarik. Agar hal itu menjadi lebih berkesan dan cenderung “menempel” di memori siswa. 


Professor Maria Wimber, penulis senior studi dari University of Glasgow, mengatakan: “Ingatan kita berubah seiring waktu dan penggunaan, dan itu adalah hal yang baik dan adaptif. Kami ingin ingatan kami menyimpan informasi yang paling mungkin berguna di masa depan, ketika kami menghadapi situasi serupa.”


Otak kita memilih informasi yang sebaiknya dipertahankan dan tidak. Salah satu cara agar informasi atau memori yang kita ketahui dapat bertahan adalah dengan sering menggunakannya atau mengamalkannya. Islam lebih dulu memerintahkan umatnya untuk selalu mengamalkan ilmu yang telah didapat. Selain agar ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk pribadi dan sekitar, juga agar ilmu tersebut tidak hilang sia-sia karena lupa. 


Apabila kita mengamalkan pengetahuan yang sudah kita peroleh, maka kita akan mengingatnya sebagai memori baru dan akan terus berulang saat kita kembali mengamalkannya. Itulah mengapa ada pepatah mengatakan bahwa “ala bisa karena terbiasa”. Seseorang yang terbiasa melakukan suatu hal, maka ia akan semakin menguasainya karena ia selalu mengulang hal tersebut hingga hal tersebut tidak pernah hilang atau terbiaskan dari ingatannya. 


Imam Syafi’i mengatakan, “ilmu itu ibarat buruan (hewan liar) dan tulisan seperti tali pengikatnya. Maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.”


Selain sering menggunakan informasi yang kita peroleh, menulis adalah salah satu alternatif untuk mengantisipasi memori yang perlahan pudar. Mungkin sebagian anak perempuan pernah menulis di buku diary semasa kecil. Apabila masih ada, coba dibuka kembali. Ketika kita membacanya kembali maka memori-memori di masa kecil yang sudah terlupakan akan teringat dan tervisualisasikan kembali dalam ingatan kita. Sehingga, mencatat adalah hal penting yang membantu memulihkan ingatan kita walaupun tetap tidak akan sedetail ingatan kita di masa lalu.


Sumber: Science Daily dan Tinta Medina (Irawan Bambang)

Writer: Remilda Agustina

1 komentar untuk "Detail Memori yang Memudar Seiring Waktu"

  1. We are Team DM. We exist to ship Additive Manufacturing AM 2.0 applied sciences, materials, and purposes that enable mass production. Working on a project for a customer that has to be just right? Get fashions again quick, and 3D print new iterations, if wanted, for Double Sided Tape ultimate feedback and production.

    BalasHapus